Asma ul-Husna

Hari Ini

Habib Albi

Habib Albi

Nikmat Allah

Nikmat Allah

Sahabat

Sahabat

Ukhwah

Ukhwah

Sahabat Iqra'

Sahabat Iqra'

Islam Inside

Islam Inside

Knowledge Seeker

Knowledge Seeker

Followers


Keras Hati Membinasakan Diri 4:28 PM

Hati adalah tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegundahan. Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Perbuatan kita menentukan lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah r.a berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentera. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tenteranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tenteranya."

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang boleh dikenali. Antaranya seperti berikut:


1. Malas Melakukan Amal Kebaikan
Malas untuk menjalankan ibadah, bahkan meremehkannya, menunaikan solat tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula untuk menjalankan ibadah-ibadah sunat. FirmanNya, ertinya, “Dan mereka tidak mengerjakan solat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (Surah At-Taubah : 54)

2. Tidak Tersentuh oleh ayat Al-Quran
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, mereka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyuk atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Quran serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedangkan Allah Ta'ala telah memperingatkan, ertinya, “Maka beri peringatanlah dengan al-Quran orang yang takut kepada ancamanKu.” (Surah Al-Qaaf : 45)

3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah
Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan sebagainya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apa, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (Surah At-Taubah :126)

4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
Segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan material. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Akhirnya, dia menjadi seorang yang dengki, egois dan individualistik, bakhil dan tamak terhadap dunia.

5. Kurang Mengagungkan Allah
Hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah dilakukan, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma'ruf dan tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

6. Kegersangan Hati
Kesempitan dada, gundah-gulana, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.

7. Kemaksiatan Berantai
Antara fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran syaitan yang sangat sukar bagi seseorang itu untuk melepaskan diri.